Pengembangan e-Learning Dalam Pembelajaran Kimia

            Kimia adalah ilmu aktif, berkembang yang penting untuk dunia kita, baik dalam ilmu alam maupun ilmu sosial, seperti yang kita akan pelajari, kimia adalah ilmu pengetahuan modern. Kita akan mulai pelajaran kimia pada tingkat makroskopik, di mana kita bisa melihat dan mengukur bahan yang darinya dunia kita dibuat. Pengembangan e-learning pembelajaran kimia tidak jauh berbeda dengan pengembangan media pembelajaran lainnya, yaitu merujuk salah satu teori pengembangan. Beberapa teori pengembangan Multi Media Interaktif (MMI) diperkenalkan oleh Robert Philips, Kemo, Leisly, Borg&Gall dan Alessi&Trollip.

            Menurut Depdiknas (2008), bahan ajar dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik materi yang akan disajikan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan alat bantu media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif seperti penggunaan komputer atau internet. Penggunaan internet dalam proses pembelajaran dikenal dengan istilah e-learning. E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain (Hartley, 2001).
              Penerapan e-learning banyak variasinya, karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat. Surjono (2007), menekankan penerapan e-learning pada pembelajaran secara online dan dibagi menjadi dua yaitu sederhana dan terpadu. Penerapan e-learning yang sederhana hanya berupa kumpulan bahan pembelajaran yang dimasukkan ke dalam web server dan ditambah dengan forum komunikasi melalui e-mail dan atau mailing list (milist). Penerapan terpadu yaitu berisi berbagai bahan pembelajaran yang dilengkapi dengan multimedia dan dipadukan dengan sistem informasi akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi, dan berbagai sarana pendidikan lain, sehingga menjadi portal e-learning. Pembagian tersebut di atas berdasarkan pada pengamatan dari berbagai sistem pembelajaran berbasis web yang ada di internet. Nedelko (2008), menyatakan ada tiga jenis format penerapan e-learning, yaitu:
1.      Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat
2.      Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online
3.      Fully online e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara online yaitu dengan menggunakan teleconference.
Penerapan e-learning lebih banyak dimaknai sebagai pembelajaran menggunakan teknologi jaringan (net) atau secara online. Hal ini berkaitan dengan perkembangan TIK yang mengarah pada teknologi online. TIK saat ini, lebih difokuskan untuk pengembangan networking (jaringan) yang memungkinkan untuk mengirim, memperbaharui, dan berbagi informasi secara cepat. Keberhasilan penerapan dari e-learning bergantung pada beberapa faktor antara lain teknologi, materi pembelajaran dan karakteristik dari peserta didik. Teknologi merupakan faktor pertama yang mempunyai peran penting di dalam penerapan e-learning, karena jika teknologi tidak mendukung maka sangat sulit untuk menerapkan e-learning, minimal sekolah mempunyai komputer. Materi pembelajaran juga harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, dijabarkan secara jelas atau diberikan link ataupun petunjuk sumber pembelajaran yang lain. Karaktersitik peserta didik juga sangat dibutuhkan karena nilai utama di dalam e-learning adalah kemandirian.

Permasalahan :
1. Menurut anda, apakah dengan penggunaan e-learning dalam pembelajaran mampu menghubungkan ranah afektif dan psikomotorik pada siswa? Lalu bagaimana cara anda jika anda berperan sebagai seorang guru dalam mengevaluasi hal tersebut?


2.  Dari uraian di atas, apakah pembelajaran e-learning tersebut memiliki kekurangan? Jika ada tolong jelaskan !
3. Menurut anda, apakah pembelajaran e-learning ini cocok untuk diterapkan dalam semua materi pelajaran khususnya dalam pembelajaran kimia, jelaskan!

Komentar

  1. saya akan menanggapi permasalahan nomor 2 :
    Kekurangan
    1. Wawasan yang Tidak Seharusnya Dilihat
    e-Learning memberikan kebebasan akses siswa dan siswi untuk menambah wawasan mereka. Namun tidak semua wawasan di Internet itu positif. Jika tidak hati-hati siswa dan siswi dapat mengakses hal yang seharusnya mereka belum boleh akses seperti konten-konten porno yang beredaran di Internet.
    2. Kesosialan terganggu
    Dengan e-Learning siswa dan siswi akan mempunyai wawasan yang berbeda-beda. Hal ini cenderung membuat siswa satu dengan lainnya merasa lebih superior karena mengetahui lebih banyak dari yang lainnnya. Atau bahkan yang wawasannya masih kurang luas merasa minder dan akhirnya mengucilkan dirinya sendiri.
    3. Interaksi dengan guru berkurang
    e-Learning membuat siswa dan siswinya berguru kepada internet namun hal ini menyebabkan interaksi dengan guru berkurang karena mereka telah mengetahui materi dan tidak ada lagi yang bisa ditanyakan kepada guru dikelas. Alhasil guru seperti tidak dibutuhkan lagi didalam kelas.
    4. Kurangnya akses internet
    Bagaimana siswa dan siswi ingin melakukan pembelajaran elektronik jika pemerintah tidak memberikan akses internet kepada sekolah-sekolah tidak berkecukupan.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3. Dipilihnya e-learning dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran kimia karena dapat mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi pelajaran, demikian juga interaksi antara peserta didik dengan guru maupun antara sesama peserta didik baik dari segi situasi, kondisi, waktu maupun tempat. Hal ini dikarekan pembelajaran dengan e-learning ini tidak hanya dapat dilaksanakan di jam sekolah saja, tetapi bisa juga diluar jam sekolah.dan e-learning ini kan berkaitan langsung dengan internet dimana di sana kita bisa mengakses berbagai macam informasi nah untuk pelajaran kimia sendiri guru bisa mencari sumber-sumber berupa jurnal kimia, atau pun video percobaan supaya lebih mudah di mengerti murid materi tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menanggapi sedikit, tujuan e-learning mengkompleks kan kebutuhan belajar yg tidak terbatas dengan ruang dan waktu. Mengenai konten, saya rasa mapel apapun bisa saja menggunakan e-learning .

      Hapus
  3. Baik saya akan menanggapi permasalahan no 2
    Kekurangan dari e-learning ini, yakni:
    1. Dengan e-learning, dibutuh dana khusus untuk pengadaan elektronik baik siswa dan guru pribadi, maupun juga sekolah.
    2. Dengan e-learning, diperlukan SDM guru yang mumpuni dalam hal teknologi.
    3. Bisa dilihat lebih banyak manfaat e-learning untuk guru dan siswa ketimbang kekurangannya.
    Kekurangan yang ada bisa diambil jalan keluarnya agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Di sini pemerintah mempunyai peranan penting untuk bisa terlaksananya e-learning pada pendidikan di Indonesia. Pertama, pemerintah menyediakan anggaran khusus untuk pengadaan elektronik pada sekolah-sekolah yang termasuk dalam anggaran dana BOS (bantuan operasional sekolah) dan kedua, pemerintah juga bisa mengadakan pelatihan-pelatihan ke SDM guru-guru supaya mempunyai keahlian di bidang teknologi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tambahan untuk kekurangan elearning seperti didaerah terpencil itu tidak dapat diterapkan karena kendala listrik dan jaringan serta sarana lainnya. Kemudian e learning juga membutuhkan guru dengan kemampuan mengoperasikan komputer dengan baik

      Hapus
  4. saya ingin menanggapi permasalahan no 3

    Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:

    1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
    2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
    3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
    4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

    berdasarkan karakteristik e learning dalam pembelajaran, tentu saja semua materi bisa di jadikan bahan ajar dalam pengembangan e learning. ini hanya diperluka kekreativitasan seroang pendidik dalam menyampaikan materi ajarnya, dalam e learnin pendidik juga bisa menyampaikan materi dalam bentuk tulisan(bacaan), visual(gambar), audio(rekaman suara) atau video-video. oleh karena itu lah menurut saya materi apapun bisa di sampaikan menggunakan metode e learning.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan robi, dimana bukan hanya diperlukan kreatifitas tetapi juga kecocokan dalam memanfaatkan teknologi atau media yakni akan ada bebrapa materi yang lebih baik dijelaskan bila menggunakan eksperimen secara langsung seperti pada beberapa percobaan kimia

      Hapus
  5. baiklah disini saya akan menjawab permasalahan no 2 dimana kekurangannya yaitu :
    1. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu
    sendiri.
    2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek social dan
    sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis / komersial.
    3. Proses belajar dan mengajarnya cenderung kearah pelatihan daripada
    pendidikan.
    4. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran
    konvensional, juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran menggunakan
    ICT.
    5. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung
    gagal.
    6. tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
    7. kurangnya tenaga yang mengtahui dan memiliki keterampilan internet.
    8. kurangnya penguasaan bahasa komputer.

    BalasHapus
  6. Saya akan menjawab pertanyaan no 1:
    untuk mengevaluasi pembelajaran berbasis web termasuk didalamnya e-learning, maka perlu digunakan model ADDIE. Jossey Bass dalam bukunya, Web Based Training mengemukakan empat macam evaluasi e-learning dengan menggunakan model ADDIE, antara lain:

    1. Subject Matter Expert Evaluation
    2. Rapid Prototype Evaluation
    3. Alpha Class Evaluation
    4. Piloting Evaluation

    Implementasi dan evaluasi yang ditunjukkan dalam model ADDIE sebagai dua tahap yang terpisah dan sifatnya linier. Terdapat banyak alat/instrumen yang rinci untuk melakukan evaluasi e-learning. Pada umumnya dibagi menjadi dua jenis. Yang pertama, ada instrumen on-line untuk menilai karakteristik-karakteristik pengguna dari perangkat lunak. Kedua, ada alat-alat untuk merekam dan meneliti pemakaian dengan jangka waktu dan frekuensi, baik melalui catatan dalam, halaman-halaman pengakses, profil pengguna dan lain-lain. ada dua bagian yang perlu diketahui dalam melakukan evaluasi WBT termasuk e-learning , yaitu:

    Evaluasi Produk
    Satu hal yang paling mendominasi evaluasi e-learning adalah menguraikan daftar perangkat lunak pendidikan tertentu tentang spesifikasi yang ada dalam perangkat tersebut. Kebanyakan daftar ini diterbitkan oleh pengembang-pengembang perangkat lunak. Sebenarnya, hal ini bukan untuk maksud menanyakan kegunaan daftar/laporantersebut atau meragukan kebenaran yang ada didalamnya, melainkan hanya sebuah evaluasi “yang bukan kontekstual” yang bisa diterima akan produk yang dihasilkan.

    Evaluasi Kinerja
    Scrivens (2000) di AS, menggunakan istilah ”evaluasi kinerja” untuk sesuatu yang akan dilakukan, di Eropa disebut sebagai penilaian siswa. Secara singkat dapat didefenisikan bahwa evaluasi kinerja siswa adalah suatu indikator tangguh yang menunjukkan efektivitas penyelengaraan e-learning. Lebih dari itu, suatu survei melaporkan tentang evaluasi kinerja dalam konteks e-learning sebagian besar terkait dengan peralatan dan instrumen-instrumen on-line untuk menguji pengetahuan pelajar berbasis kinerja.

    BalasHapus
  7. Saya akan menjawab no 1
    Kebijakan institusi pendidikan dalam memanfaatkan teknologi internet menuju e-learning perlu kajian dan rancangan mendalam. E-learning bukan semata-mata hanya memindahkan semua pembelajaran pada internet. Hakikat e-learning adalah proses pembelajaran yang dituangkan melalui teknologi internet. Di samping itu prinsip sederhana, personal, dan cepat perlu dipertimbangkan. Untuk menambah daya tarik dapat pula menggunakan teori games Oleh karena itu prinsip dan komunikasi pembelajaran perlu didesain seperti layaknya pembelajaran konvensional. Di sini perlunya pengembangan model e-learning yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa media pembelajaran secanggih apapun tidak akan bisa menggantikan sepenuhnya peran guru. Penanaman nilai-nilai dan sentuhan kepribadian sulit dilakukan. Di sini tantangan bagi para pengambil kebijakan dan perancang e-learning. Oleh karena itu penulis sependapat bahwa dalam sistem pendidikan konvensional, fungsi elearning adalah untuk memperkaya wawasan dan pemahaman peserta didik, serta proses pembiasaan agar melek sumber belajar khususnya teknologi internet.Menurut pendapat saya pembelajaran e-learning tidak menghubungkan ranah afektif dengan psikomotorik.. namun nanti akhirnya akan mendapatkan hasil yang masing2.. saat kita mengevaluasinya, maka akan terlihat perkembangannya sesuai dengan pendekatan yang kita lakukan.

    BalasHapus
  8. Menanggapi permasalahan kedua, menurut saya e-learning bisa digunakan pada semua materi pembelajaran, hanya saja saat pemberian materi dapat ditambahkan bahan ajar yang mendukung dan mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang diberikan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran